Main Article Content

Abstract

Salah satu parameter iklim penting dalam perhitungan neraca air adalah evapotranspirasi.
DAS Cimanuk merupakan salah satu sumber daya air di Jawa Barat. Namun, tidak semua stasiun
cuaca yang terdapat di sepanjang DAS Cimanuk mempunyai alat untuk mengukur evapotranspirasi.
Hal ini menyebabkan penelitian mengenai evapotranspirasi menjadi terbatas. Salah satu metode
penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk mengestimasi nilai evapotranspirasi adalah data
Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS). Data evapotranspirasi berada di kanal 16
(MOD16). Data MOD16 dapat diunduh dari situs ftp.ntsg.umt.edu/pub/MODIS/Mirror/MOD16 dan
memiliki format Hierarchical Data Format-Earth Observing System (HDF-EOS). Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data bulanan. Selanjutnya dilakukan reproyeksi menggunakan MODIS
Reprojection Tool (MRT) agar koordinat data sesuai dengan koordinat peta geografi. Data HDF-EOS
yang telah dilakukan reproyeksi kemudian diolah menggunakan software OpenGrADS2.0.a9 untuk
melihat variasi spasial dan temporalnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh
bahwa data evapotranspirasi dari MOD16 dapat digunakan untuk mengestimasi nilai evapotranspirasi
potensial DAS Cimanuk. Data tersebut menunjukkan bahwa daerah hulu DAS Cimanuk memiliki
nilai evapotranspirasi potensial yang lebih rendah dibandingkan daerah hilir. Nilai rata-rata
evapotranspirasi potensial tertinggi diperoleh pada periode September-Oktober-November (SON)
dengan rentang nilai 140-200 mm

Article Details