Main Article Content

Abstract

Produk standar citra satelit Landsat sekarang berkembang ke level-1T, yang merupakan produk terkoreksi geometri ortho dengan menyertakan data terrain yang disebut sebagai Digital Elevation Model (DTM) dalam proses koreksi geometri. Data Landsat produk level-1T tersebut mempunyai ketelitian geometri yang lebih baik, sehingga dimungkinkan analisis tumpang susun (overlay) antar waktu dengan pergeseran geometri kurang dari 1 piksel. Pada penelitian ini dikembangkan suatu model koreksi geometri ortho citra Landsat yang mengarah kepada konsistensi proses, standarisasi hasil, dan standarisasi pendokumentasian. Model yang dikembangkan mengarah kepada otomatisasi proses, dan konsistensi dalam penggunaan titik kontrol untuk koreksi geometri. Model yang digunakan dibagi menjadi 3 tahap yaitu; pengambilan titik kontrol secara otomatis, pengecekan kualitas titik kontrol dan simulasi kualitas hasil, serta proses koreksi geometri ortho dengan menggunakan teknik koreksi ortho 2 tahap. Otomatisasi pengambilan titik kontrol menggunakan metode point prediction dan point matching, teknik point matching yang digunakan adalah “image correlation”. Parameter image correlation yang digunakan adalah kanal 5 dari data Landsat, ukuran window 11x11 piksel, dan nilai batas korelasi 0.85. Dengan menggunakan model tersebut di atas setiap proses menjadi terukur (measurable), terlaporkan (reportable), dan terverifikasi (verifiable), sehingga informasi yang dihasilkan dari data citra seperti informasi tutupan lahan seluruh wilayah Indonesia menjadi lebih baik.

Keywords

Koreksi geometri ortho Titik kontrol Digital Elevation Model (DEM) Point prediction Point matching Image correlation

Article Details